Serang, Wismanews.com – Mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) menghadiri Seminar dan Workshop Nasional Fuel Your Potential #FYP dengan tema “Civitas Akademika sebagai Agen Komunikator Sains di Era Digital” berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025, di Sabuga Institusi Teknologi Bandung, Bandung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong literasi digital serta komunikasi sains yang inklusif.
Acara dibuka dengan sambutan yang menekankan pentingnya peningkatan literasi saintifik di masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si., yang menjelaskan bahwa hasil-hasil sains dan teknologi dari kampus harus dapat diakses publik sebagai bentuk penguatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
“Terutama menyangkut literasi saintifik. Kita berusaha untuk mendekatkan hasil-hasil sains dan teknologi yang dihasilkan oleh kampus-kampus di seluruh Indonesia maupun dunia kepada publik, kepada masyarakat. Literasi saintifik harus kita tingkatkan, dan pemahaman publik harus kita kuatkan. Dengan begitu, akan tercipta keterlibatan antara publik dan ilmuwan, sehingga ada umpan balik yang bisa memperkaya dan memperkuat karya-karya saintifik, khususnya di Indonesia,” ujarnya pada (4/12).
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Stephanie Susilo selaku Executive Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia. Ia menegaskan komitmen TikTok dalam menghadirkan ruang edukatif yang lebih luas bagi generasi muda.
“TikTok kini memperkuat perannya dari ruang kreatif menjadi ruang edukatif, di mana konten pendidikan telah masuk dalam lima kategori terpopuler di TikTok Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 24 juta konten edukasi telah diunggah di TikTok, dan kampanye ‘Sama-Sama Belajar’ telah menghasilkan lebih dari 100 miliar tayangan di platform tersebut,” tuturnya.
Ia juga memperkenalkan fitur edukasi baru yang dirancang untuk mendukung konten pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
“Untuk memperkuat kreativitas konten edukasi, TikTok menghadirkan sebuah feed khusus yang didedikasikan untuk STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematika). Feed ini mulai diperkenalkan pada Maret 2025 dan otomatis aktif bagi pengguna di bawah usia 18 tahun,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan tingginya antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan kita hari ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta, termasuk sekitar 250 tenaga humas dan sisanya adalah mahasiswa yang penuh semangat,” tambahnya.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan baru mengenai strategi komunikasi sains serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana penyebaran pengetahuan yang lebih efektif dan relevan.
(Devan/LPMWisma)
Reporter: Devan
Editor: Nisa
