Serang, Wismanews.com – Di tengah rutinitas perkuliahan yang kembali padat setelah Ujian Tengah Semester (UTS), seorang mahasiswi membagikan pengalamannya tentang bagaimana menghadapi masa ujian yang melelahkan namun penuh pelajaran. Pada Senin, 1 Desember 2025, Nurlaily Indah Permatasari, mahasiswi semester 3 Universitas Serang Raya (UNSERA), menceritakan pengalamannya selama menjalani UTS dan cara-cara yang ia lakukan untuk tetap tenang di tengah tekanan.
Dalam menghadapi UTS, Nurlaily mengaku memiliki persiapan yang cukup unik. Meski berniat belajar sejak jauh-jauh hari, kenyataannya ia tetap sering terjebak dalam sesi sistem kebut semalam (SKS) pada malam sebelum ujian.
“Jujur aku tipe yang niat dari jauh-jauh hari, tapi ujung-ujungnya tetap aja banyak sesi SKS pas malam sebelum ujiannya. Biasanya aku bikin audio dari suara aku sendiri ngomong tentang materinya,” ungkapnya pada (01/12).
Tekanan menjelang ujian sering membuat mahasiswa mudah stres, namun Nurlaily punya cara tersendiri untuk menenangkan diri. Ia memilih mengambil jeda sejenak di sela belajar untuk mendengarkan musik atau sekadar scrolling media sosial.
“Buat ngilangin stres, aku sering ambil jeda bentar buat dengerin musik chill, atau scrolling video tiktok atau instagram gitu biar otak ga meledak,” tambahnya.
Tak hanya itu, Nurlaily juga membagikan hal unik yang sering ia lakukan agar lebih rileks sebelum ujian. Ia memberi afirmasi positif kepada dirinya sendiri untuk meningkatkan kepercayaan diri sambil memotivasi diri dengan camilan favoritnya.
“Aku sering ngomong ke diri sendiri kaya ‘oke, gue pasti bisa lewatin ini semua cuma beberapa hari aja kok ez lah materinya sama soalnya pasti ez ez.’ Aneh tapi manjur. Kadang juga pakai snack favorit sebagai hadiah setelah selesai satu bab, biar semangat lanjut,” lanjutnya.
Menutup ceritanya, Nurlaily menyampaikan harapannya untuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) nanti. Ia berharap prosesnya berjalan lebih lancar dan tanpa tekanan berlebih.
“Semoga lebih siap, lebih santai, dan nggak panik karena SKS lagi. Pengen juga hasilnya bagus tanpa harus mengorbankan jam tidur,” pesannya.
Melalui kisah Nurlaily, terlihat bahwa setiap mahasiswa memiliki cara masing-masing dalam melewati masa ujian. Mulai dari mencatat dengan cara kreatif hingga memberi hadiah kecil pada diri sendiri, semua dilakukan demi tetap menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental selama perkuliahan.
(Nisa/LPMWisma)
Reporter: Nisa
Editor: Nisa
