Mahasiswa UNSERA Raih Dua Sertifikat Internasional dari Program Youth-Inclusive Learning Academy

Serang, Wismanews.com – Mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), TB M Kasyif Ulum Kaliba dari Program Studi Ilmu Hukum Semester 4, berhasil meraih dua sertifikat internasional dalam program Youth-Inclusive Learning Academy (YILA Academy) Special Batch 2026 yang diselenggarakan secara daring pada 17 Januari hingga 15 Februari 2026.

Program internasional ini merupakan bagian dari Social Change Initiative dalam Rotary Peace Fellowship Programme dan diselenggarakan oleh YILA Academy bekerja sama dengan Rotary, Bahçeşehir University (BAU), dan DEEP EnGender. Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dari beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Kamboja, Malaysia, dan Filipina.

Dalam program tersebut, Kasyif memperoleh dua sertifikat, yakni sertifikat sebagai salah satu dari 36 delegasi terpilih Asia Tenggara serta sertifikat penghargaan sebagai active participant atas kontribusinya selama kegiatan berlangsung.

Selama program berlangsung dengan total 15 jam pembelajaran, peserta mendapatkan materi tentang komunikasi empatik, peacebuilding, storytelling untuk dampak sosial, serta public speaking.

Kasyif mengaku sangat senang dapat mengikuti program tersebut.

“Perasaan saya sangat senang, karena ini merupakan acara pemberdayaan pemuda di Asia Tenggara yang diikuti dari beberapa negara seperti Indonesia, Vietnam, Timor Leste, dan Filipina,” ujarnya pada (25/02).

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pengembangan dirinya.

“Dampak yang didapatkan di antaranya kepercayaan diri, berpikir kritis, dan belajar solusi menghadapi permasalahan,” katanya.

Terkait kendala, Kasyif mengakui adanya kesulitan dalam berkomunikasi akibat perbedaan aksen bahasa Inggris antarnegara.

“Kesulitan saya dalam mengikuti acara tersebut adalah karena perbedaan aksen dalam penggunaan bahasa Inggris saat berkomunikasi sehingga sulit memahami lawan bicara. Tetapi saya mengatasinya dengan terus fokus dalam diskusi,” jelasnya.

Menurutnya, perbedaan latar belakang peserta justru menjadi nilai tambah dalam forum tersebut.

“Setiap negara memiliki karakteristik yang menarik. Peserta dari beberapa negara sangat kuat dalam analytical thinking, ada yang unggul dalam storytelling, dan ada juga yang sangat aktif dalam menyampaikan gagasan sosial. Tapi ini justru menjadi keuntungan utama forum tersebut karena kami bisa saling melengkapi dan belajar satu sama lain. Itulah esensi dari kolaborasi lintas negara,” tuturnya.

Keikutsertaan mahasiswa UNSERA dalam program internasional tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam forum global sekaligus upaya mengembangkan kapasitas diri melalui kolaborasi lintas negara. Pengalaman ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa UNSERA lainnya untuk berani mengikuti program internasional, serta aktif dalam kegiatan sosial dan pengembangan diri di tingkat regional maupun global.

(Siska/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *