Tangis Sunyi 150 Penjaga Hutan

Kami ditembaki, diusir, diteriaki mati

Kami hanya ingin makan, mengisi perut yang sejak

Pagi sunyi

Kami dituduh perusak, padahal tanah retak ini

Merekalah yang membuka lukanya

Kami hanya ingin mencari kehidupan

Tempat jejak kami diwariskan dari ibu ke anak,

Kini menjadi jalan buntu,

Hingga tak punya arah pulang

Lantas, pulang seperti apa milik kami?

Kami tak punya bangunan, tak punya pagar

Hanya empat kaki yang terus berjalan,

Dan alam yang sejak dulu memberi kami makan

Kami hanya tidak mengerti

Apakah separah itu jika makhluk memiliki akal?

Atau sebenarnya,

Kami yang lebih berakal?

Hei… Kami kelaparan jua

Hanya kami tidak merusak pemberian alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *