Kami ditembaki, diusir, diteriaki mati
Kami hanya ingin makan, mengisi perut yang sejak
Pagi sunyi
Kami dituduh perusak, padahal tanah retak ini
Merekalah yang membuka lukanya
Kami hanya ingin mencari kehidupan
Tempat jejak kami diwariskan dari ibu ke anak,
Kini menjadi jalan buntu,
Hingga tak punya arah pulang
Lantas, pulang seperti apa milik kami?
Kami tak punya bangunan, tak punya pagar
Hanya empat kaki yang terus berjalan,
Dan alam yang sejak dulu memberi kami makan
Kami hanya tidak mengerti
Apakah separah itu jika makhluk memiliki akal?
Atau sebenarnya,
Kami yang lebih berakal?
Hei… Kami kelaparan jua
Hanya kami tidak merusak pemberian alam
Written By: Khoirunnisa
