Serang, Wismanews.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) memberikan pengalaman baru bagi mahasiswanya melalui kunjungan media bertema “Dari Layar Kaca Menuju Industri Digital: Arah Transformasi Masa Depan Televisi” yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026 di SCTV Tower, Senayan City. Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian akademik yang bertujuan meningkatkan pengetahuan seputar pertelevisian dan media digital.
Sebanyak 22 mahasiswa dan dua dosen pendamping mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi room tour, pemaparan materi oleh Irnawati W. Kahardja selaku Head of Corporate Communications and Relations sekaligus Head of Protocol and Public Affairs Surya Citra Media, serta sesi diskusi mengenai perkembangan industri televisi di era digital.
Salah satu dosen pendamping Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Dr. Media Sucahya, M.Si., mengatakan bahwa kunjungan media memberikan pengalaman yang tidak hanya melengkapi teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada dinamika industri media yang terus berkembang.
“Yang pertama adalah bahwa industri media itu merupakan salah satu tempat di mana kita bekerja nanti setelah mahasiswa lulus. Yang kedua, industri media juga nanti merupakan salah satu kajian dari mahasiswa komunikasi. Misalnya Anda bikin jurnal atau Anda bikin skripsi, maka salah satu kajiannya adalah televisi. Yang ketiga, kita selaku mahasiswa maupun masyarakat, kita menjadi konsumen dari televisi. Nah, dari ketiga hal itulah yang harus kita pahami dari awal bahwa ternyata kita memiliki keterkaitan secara langsung dengan industri televisi,” ujarnya pada (02/07).
Menurutnya, kunjungan tersebut juga memberikan gambaran mengenai perubahan industri televisi, model bisnis perusahaan media, serta kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu bersaing di era digital.
“Harapan saya setelah mahasiswa melakukan kunjungan ke SCTV, yang pertama bisa memulai pekerjaan yang ada di dalam dunia televisi. Yang pertama, mahasiswa bisa melatih untuk menulis. Yang kedua, mahasiswa bisa melatih untuk menjadi presenter. Yang ketiga, mahasiswa harus bisa melatih membuat video. Semua proses itu adalah skill yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang ingin bergerak dalam dunia televisi dan digital,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa ilmu komunikasi, Nurul Fatila Zahra, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja di industri media.
“Pastinya happy dan bersyukur banget bisa dapet kesempatan yang berharga ini, karena kan nggak semua orang bisa masuk ke studio itu. Dan jujur, saya bener-bener amaze pas ngelihat langsung setiap lantai dan sudut di SCTV Tower. Keren banget sih bisa tau dunia kerja media yang aslinya itu seperti apa,” ungkapnya.
Nurul juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut memperluas wawasannya sekaligus memperkuat minatnya untuk berkarier di bidang penyiaran.
“Kalau diliat dari keseruan kemarin, saya jadi pengen banget bisa magang atau kerja di sini nanti. Dan secara spesifik, saya minat banget jadi reporter lapangan. Saya merasa passion saya ada di sana, dan pastinya cocok banget sama jurusan kuliah saya sekarang,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan media ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai transformasi industri televisi menuju media digital sekaligus menjadi bekal dalam mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
(Rizki/LPMWisma)
Reporter: Rizki
Editor: Rizki
