BEM FISIPKUM Bersama Satgas PPKPT UNSERA: Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual Lewat Seminar Nasional dan Workshop

Serang, Wismanews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNSERA menggelar Seminar Nasional dan Workshop FISIPKUM 2026 pada Senin, 29 Juni 2026 di Aula Lantai 6 Gedung A UNSERA. Kegiatan ini mengangkat tema “Menciptakan Ruang Aman Untuk Semua: Memutus Rantai Kekerasan Seksual Dalam Lingkungan Pendidikan.”

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Fajri Atqiya, menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kepedulian peserta mengenai pentingnya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual,” ujar Fajri pada (29/06).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Agustinus Sirait, S.E., Psikolog Infanti Wisnu Wardani, M.Psi., Psikolog, dan Ketua Satgas PPKPT UNSERA Hendry Gunawan, M.Kom. Selain seminar, peserta juga mengikuti sesi workshop yang membahas langkah-langkah preventif serta mekanisme penanganan kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Perwakilan BEM Universitas, Billy, menegaskan bahwa upaya menciptakan kampus yang aman tidak cukup hanya melalui aturan tertulis, tetapi juga membutuhkan keberanian dan kepedulian bersama.

“Kita tidak bisa mengandalkan regulasi di atas kertas, tetapi juga perlu ada keberanian untuk berbicara, kepekaan untuk saling menjaga, dan sistem yang solid untuk saling melindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNSERA, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.S.I., menyoroti ketimpangan relasi kuasa sebagai salah satu faktor yang berpotensi memicu terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Salah satu indikator terjadinya kekerasan seksual ini adalah ketimpangan relasi kuasa. Nah, di situ ada dosen dengan mahasiswa, ada senior dengan junior dan ini sangat berpotensi terjadi kekerasan seksual,” jelasnya.

Melalui seminar nasional dan workshop ini, BEM FISIPKUM bersama Satgas PPKPT UNSERA berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki keberanian untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

(Nisa/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *