BEM UNSERA dan Rektorat: Perkuat Sinergi untuk Kampus yang Aman dan Inklusif

Serang, Wismanews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar audiensi bersama Rektor UNSERA, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., dan jajaran pimpinan universitas di Rumah Makan Abah Cianjur, Jembatan Pematang, Kota Serang, pada Rabu, 4 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan atmosfer kampus hingga upaya perlindungan mahasiswa melalui penguatan peran Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), yang sebelumnya dikenal sebagai Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Presiden Mahasiswa UNSERA, Asril Alyessa, mengatakan bahwa audiensi tersebut menjadi ruang komunikasi antara mahasiswa dan pihak universitas untuk menyelaraskan visi dalam mendukung kemajuan kampus.

“Tujuan utama pertemuan ini adalah memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara mahasiswa, pimpinan universitas, serta berbagai unsur kelembagaan kampus dalam rangka membangun Universitas Serang Raya yang lebih maju, aman, dan berdampak,” ujarnya pada (04/06).

Dalam diskusi tersebut, BEM dan pihak universitas membahas penguatan kegiatan akademik dan kemahasiswaan, peningkatan sinergi antara organisasi mahasiswa dan kampus, serta penyelarasan arah gerak bersama untuk mendukung perkembangan UNSERA. Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya perlindungan mahasiswa melalui berbagai mekanisme yang ada di lingkungan kampus.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bersama Satgas PPKPT. Topik yang dibahas mencakup edukasi dan sosialisasi, mekanisme pelaporan, pendampingan korban, serta upaya menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

“BEM dan pihak rektorat memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan kampus sebagai ruang yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara akademik maupun non-akademik,” ujar Asril.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, rektorat, serta lembaga pendukung kampus akan terus diperkuat sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

Dengan adanya audiensi tersebut, BEM dan pihak universitas diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengawal berbagai isu kemahasiswaan serta mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

(Rizki/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *