Seminar ASPIKOM Banten: Wartawan Jangan Hanya Andalkan Rilis Pers

Serang, Wismanews.com – Mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) menghadiri undangan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Koorwil Banten (ASPIKOM) dalam kegiatan Seminar “Anugerah Jurnalistik dan Workshop Fotografi Jurnalistik” yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Multimedia Rektorat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Menghadirkan Drs. Tagor Siagian, M.Si, Pengajar Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), sebagai narasumber utama.

Seminar dan workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta pengetahuan yang lebih mendalam mengenai dunia jurnalistik dan fotografi jurnalistik, sekaligus menjadi ajang apresiasi terhadap karya-karya jurnalistik yang dinilai memiliki kontribusi bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Tagor Siagian menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai pengontrol kekuasaan. Menurutnya, wartawan tidak boleh hanya bergantung pada siaran pers atau kegiatan jumpa pers semata, tetapi harus aktif mencari informasi secara mandiri.

“Fungsi media itu pada dasarnya mengingatkan pemerintah agar kinerjanya berjalan dengan baik. Wartawan jangan hanya ikut jumpa pers dan memuat siaran pers, tetapi harus pandai mencari informasi sendiri, baik melalui investigasi maupun pergaulan,” ujarnya(06/02).

Ia juga menekankan pentingnya pergaulan yang sehat dalam dunia jurnalistik. Pergaulan yang baik, menurutnya, dapat menentukan keberlanjutan karier seorang wartawan, sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan.

Selain membahas etika dan tanggung jawab wartawan, ia turut memberikan materi teknis mengenai fotografi jurnalistik. Ia memperkenalkan konsep dasar fotografi berita yang disebut Entire, Detail, Frame, Angle, Time (EFATE) sebagai fondasi dalam menghasilkan foto jurnalistik yang informatif dan bernilai berita.

“Fotografi berita adalah praktik menyampaikan berita melalui foto. Foto harus bisa menjawab unsur 5W+1H, salah satunya dengan menampilkan keseluruhan suasana agar pembaca tahu konteks peristiwanya,” jelasnya.

Salah satu peserta seminar, Evan Setiawan, mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 3 UNSERA, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena relevan dengan bidang studi yang sedang ia jalani. Menurutnya, perkembangan jurnalistik dan fotografi jurnalistik di era digital dan artificial intelligence (AI) menuntut mahasiswa untuk terus memperluas wawasan.

“Topik yang dibahas sangat berkaitan dengan Ilmu Komunikasi, terutama jurnalistik dan fotografi jurnalistik yang terus berkembang di era digital dan AI. Materi tentang etika dan keaslian karya juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar dengan melibatkan lebih banyak praktisi media serta dilengkapi sesi praktik. “Dengan adanya praktik langsung, mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga bisa melatih keterampilan dan naluri jurnalistik,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa, khususnya di bidang Ilmu Komunikasi, dapat semakin memahami peran dan tanggung jawab jurnalis, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, etis, dan berpihak pada kepentingan publik.

(Ginaya/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *