Serang, LPM WISMA.com – Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Raharja lakukan kunjungan studi banding mengenai kelegislatifan bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa Unsera (DPM-U) kamis sore (20/6). Dalam kunjungan tersebut Universitas Raharja fokuskan pembahasan mengenai tatanan organisasi mahasiswa dan pola kaderisasi DPM-U sehingga di akhir kegiatan kedua belah pihak membuat nota kesepahaman yang akan ditindaklanjuti untuk kedepannya.
Devis Christopher yang merupakan Pimpinan DEMA Universitas Raharja menilai bahwa tatanan organisasi di unsera sudah menyerupai tatanan pemerintahan negara. “Kita mau mencontoh struktural miniatur negara yang dibuat di Unsera, baik UKM, himpunan, eksekutif, ataupun legislatif.” Kata Devis.

Tak hanya DEMA Universitas Raharja yang tertarik untuk menerapkan tatanan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan pola kaderisasi, namun DPM Unsera pun akan mencoba menyesuaikan terkait sidang pengelolaan anggaran di Universitas Raharja. “Berbicara persidangan anggaran di Universitas Raharja ini sudah luar biasa, hampir sesuai dengan miniature state sesungguhnya. Terkait anggaran selama ini kita (Ormawa) masih menggunakan sistem RKAT (Rancangan Kegiatan dan Anggaran Tahunan) dan belum sampai pada tahap persidangan. Ketika kita lihat di landasan regulasi DEMA KBM Raharja, ada persidangan terkait anggaran.” Jelas Ghea Hadi Rizki selaku ketua DPM-U.
Kendati demikian, Uus M. Husaini selaku Kabag. Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan menanggapi bahwa DPM-U harus lebih meningkatkan dan memperkuat internalnya. “DPM Unsera sudah dilirik dua kampus luar untuk jadi tuan rumah studi banding. Tapi tetap, kita juga harus lebih memperkuat dan meningkatkan internal kita. Jangan sampai kampus luar berkiblat ke kita tetapi kita tidak meningkatkan aspek-aspek yang dirasa masih kurang,” Ujarnya ketika di temui jumat siang (21/06).
Ia pun menjelaskan bahwa menjadi tuan rumah studi banding merupakan prestasi yang menjadi salah satu pertimbangan untuk akreditasi. “Prestasi itu bukan hanya yang mengikuti lomba kemudian juara. Menjadi pemateri atau pembicara dalam sebuah kegiatan pun prestasi. Seperti Presma periode sebelumnya, Aldi yang menjadi koordinator BEM Nusantara untuk wilayah Jawa juga prestasi. Karena di Simkatmawar (Website Kemenristekdikti) ada kriteria-kriteria tambahan seperti pemateri, narasumber, juri, peserta, dan lainnya yang sertifikat atau dokumentasinya bisa diupload.” Papar Uus. Diakhir wawancaranya, ia mengharapkan dengan adanya penambahan kriteria-kriteria tersebut, diharapnya tidak lagi mengecilkan hati mahasiswa Unsera terkait prestasi. (LPM Wisma/Mila, Dwi)
Editor: Dwi
