PERSPEKTIF KETUA UMUM PK PMII UNSERA TERHADAP CALON PEMIMPIN MAHASISWA UNSERA 2024

Serang, LPMWisma.com – Dalam konteks persaingan Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) di Universitas Serang Raya (UNSERA), terdapat dua pasangan calon yang tengah bersaing untuk mendapatkan dukungan mahasiswa. Kedua pasangan calon tersebut memiliki visi dan misi yang kuat dalam membawa perubahan positif bagi kehidupan kampus. Meskipun berasal dari koalisi yang berbeda, keduanya memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa UNSERA, pada Minggu, 3 Maret 2024.

Pasangan calon nomor urut 01, Laksamana Lucky dan Reyhan Aliev Kurniawan, yang mewakili koalisi UNSERA UNGGUL, dengan menawarkan gagasan yang menarik untuk menghidupkan semangat organisasi mahasiswa di UNSERA. Dalam membawa visi-misi yang jelas, mereka berkomitmen untuk menjadikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai pionir perubahan yang tidak hanya hadir untuk UNSERA, tetapi juga untuk Indonesia.

Penting untuk dicatat bahwa Laksamana Lucky memiliki pengalaman sebagai Kader Himpunan Mahasiswa Manajemen (HUMAN) dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSERA, sementara calon wakilnya, Reyhan Aliev Kurniawan, pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNSERA.

Dalam visi mereka, BEM UNSERA akan menjadi wadah revitalisasi aktivitas mahasiswa yang berorientasi pada pengambilan peran aktif. Mereka mengusung konsep BEM sebagai ruang berkreasi dan berkolaborasi bagi mahasiswa UNSERA, serta sebagai katalisator karya dan prestasi yang berlandaskan minat dan bakat. Lebih dari itu, mereka bertujuan untuk membangun eskalasi pergerakan intelektual yang kuat dan strategis, serta merekonstruksi ruang aspirasi yang responsif dan solutif.

Menariknya, Lucky dan Alief tidak hanya berbicara tentang perubahan organisasi secara formal, tetapi juga tentang membangun suasana organisasi yang lebih humanis dan fleksibel. Mereka ingin menjadikan BEM sebagai media alternatif untuk mengasah bakat dan minat mahasiswa, tanpa terbatas oleh keahlian dan kualifikasi mumpuni. Ini adalah langkah yang inovatif dan progresif dalam membangun semangat mahasiswa yang berani mengekspresikan diri, serta mempersiapkan generasi muda untuk menjadi agen perubahan dan pemuda unggul di masyarakat. Reynanda selaku Ketua Umum PK PMII UNSERA, menyambut baik gagasan perubahan dan kreativitas yang menjadi visi misi dari calon pasangan 01 ini.

“Saya menyambut baik gagasan perubahan dan kreativitas ini. Kami, sebagai Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, selalu menginginkan suasana organisasi yang inklusif dan memperhatikan potensi serta kebutuhan semua anggota. Konsep yang diusung oleh Lucky dan Alief sejalan dengan nilai-nilai Pergerakan Mahasiswa Islam yang mengedepankan keadilan, kemanusiaan, dan kebersamaan,” ujarnya.

“Dalam konteks ini, saya berharap agar visi dan misi pasangan calon nomor urut 01 ini tidak hanya berhenti pada kampanye, tetapi juga diwujudkan dengan tindakan konkret setelah terpilih. Mari bersama-sama kita dukung perubahan positif dalam organisasi mahasiswa, agar UNSERA dapat menjadi tempat yang lebih inspiratif dan inklusif bagi seluruh mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 02 dari koalisi Semarak Padukan Literasi Unsera (SEDULUR), M. Qolby Yusuf dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi sebagai Calon Presiden Mahasiswa (CAPRESMA), dan AD Gustiani Gery dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum sebagai Calon Wakil Presiden Mahasiswa (CAWAPRESMA), menawarkan visi dan misi yang kuat dalam mengaktualisasikan literasi sebagai fondasi utama gerakan KBM di UNSERA. Mereka bertekad untuk mengoptimalkan arah dan tujuan pendidikan dengan memperkuat literasi dan budaya diskusi di lingkungan kampus.Tak kalah penting, M. Qolby Yusuf memiliki pengalaman sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) dan merupakan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) UNSERA. Sementara itu, Gery, calon wakilnya, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (HIMAKUM) Unsera.

Visi pasangan calon ini adalah untuk mengaktualisasikan LITERASI sebagai fondasi gerakan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UNSERA sehingga dapat mengoptimalkan arah dan tujuan KBM UNSERA menjadi lebih baik. Misi mereka termasuk membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen di dalam KBM UNSERA, menciptakan komunikasi lembaga yang lebih baik secara internal dan eksternal, membangun kembali budaya diskusi di lingkungan mahasiswa UNSERA, mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik yang berlandaskan Tri Dharma perguruan tinggi, serta menumbuhkan partisipasi mahasiswa terhadap kelembagaan mahasiswa UNSERA.

Dalam upaya mencapai visi dan misi mereka, Qolby dan Gery mengusulkan agar BEM dijadikan sebagai ruang literasi yang berpotensi untuk mengoptimalkan arahnya. Dengan demikian, BEM dapat menjadi pusat minat bagi mahasiswa untuk membangun budaya diskusi dan mengembangkan potensi akademik dan non-akademik.

Dukungan terhadap gagasan mereka untuk mengembangkan budaya literasi, diskusi, dan hubungan yang harmonis antar lembaga merupakan langkah yang penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Pasangan calon ini berharap bahwa dengan semarak padukan literasi UNSERA, mahasiswa akan lebih aktif dalam berdiskusi dan meningkatkan literasi mereka. Reynanda mengungkapkan apresiasinya terhadap gagasan yang diusung oleh pasangan calon nomor urut 02 yang memprioritaskan literasi dan diskusi dalam konteks pendidikan di kampus UNSERA.

“Saya apresiasi melihat gagasan yang diusung oleh pasangan calon nomor urut 02, M. Qolby Yusuf dan AD Gustiani Gery, dalam memprioritaskan literasi dan diskusi dalam konteks pendidikan di kampus kita. Dengan melihat semangat juang yang tinggi, Saya percaya bahwa literasi dan budaya diskusi adalah elemen penting dalam meningkatkan pemahaman dan kritisitas mahasiswa dalam proses belajar-mengajar. Gagasan mereka untuk menjadikan BEM sebagai ruang literasi yang berpotensi merupakan langkah yang tepat dalam memperkuat budaya akademik dan non-akademik di lingkungan kampus,” pungkasnya. (Red/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *