Serang, Wismanews.com – Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMANURA) Universitas Serang Raya (UNSERA) menyelenggarakan Seminar Nasional HIMANURA 2026 Tata kelola kebijakan infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat dengan mengusung tema “Politik dan Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan Rakyat” pada Selasa, 7 April 2026, di Aula Gedung A Lt. 6 UNSERA. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa UNSERA serta terbuka untuk umum.
Acara diawali dengan rangkaian sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum HIMANURA, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Politik, dan Ilmu Hukum (BEM FISIPKUM), BEM UNSERA, Dekan FISIPKUM, serta Rektor UNSERA.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Andika Saputra, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan menjadi ruang kritis bagi mahasiswa untuk mengkaji kebijakan publik, khususnya di sektor infrastruktur.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi mahasiswa, khususnya di Banten dan umumnya di Indonesia, untuk menilai apakah kebijakan infrastruktur yang dikeluarkan pemerintah benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat atau hanya bersifat seremonial,” ujarnya pada (07/04).
Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FISIPKUM UNSERA, Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Deni Legawa, SE., M.M., M.T., AWP selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) muda Kota Serang, Dr. Fikri Habibi, S.Sos., M.Si. dosen UNSERA, serta Rizal Fauzi, M.Pd. selaku Pimpinan Redaksi Ekbis Banten.
Dalam pemaparannya, Deni Legawa menyoroti pentingnya komunikasi dalam pelayanan publik. Menurutnya, kinerja pemerintah perlu disampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Salah satu unsur pelayanan publik adalah bagaimana menceritakan program dan kinerja pemerintah kepada masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Andika Saputra juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami politik dan pelayanan publik. Ia menyebut mahasiswa sebagai agent of control dan agent of change yang memiliki tanggung jawab dalam mengawal kebijakan pemerintah.
“Mahasiswa harus memahami politik dan pelayanan publik. Jika mahasiswa tidak menjalankan fungsi kontrol, maka kebijakan berpotensi tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu dalam wawancaranya, peserta seminar, Erga Pratama, mahasiswa Administrasi Negara, mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu politik dan kebijakan publik.
“Kita harus tetap berada di jalur idealisme. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan di masa depan,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya diselenggarakan oleh HIMANURA, tetapi juga oleh organisasi mahasiswa lainnya sebagai bentuk edukasi politik dan kebijakan publik di lingkungan kampus.
Seminar Nasional HIMANURA 2026 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap kebijakan infrastruktur dan pelayanan publik, serta mendorong lahirnya generasi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
(Intan/LPMWisma)
Reporter: Intan
Editor: Div. News – Berita
