Serang, Wismanews.com – Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) semakin terasa di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa kini memanfaatkan berbagai platform berbasis AI untuk menunjang kegiatan akademik, mulai dari memahami materi hingga menyusun tugas. Meski menawarkan kemudahan, penggunaan AI tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak melanggar etika akademik. Berikut sejumlah rekomendasi AI yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, sebagaimana dirangkum dari laman resmi lldikti13.kemdiktiSaintek.go.id.
Salah satu AI yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT. Platform ini bersifat serbaguna karena dapat membantu menjelaskan konsep perkuliahan, merangkum materi, memberikan ide tugas, hingga menyusun draft tulisan seperti email atau proposal. Fleksibilitasnya membuat ChatGPT relevan untuk hampir semua jurusan.
Selain itu, QuillBot sering dimanfaatkan untuk memperjelas dan menyusun ulang kalimat. Fitur parafrase yang dimilikinya memudahkan mahasiswa dalam menulis ulang teks agar lebih efektif, terutama dalam tugas-tugas yang membutuhkan penulisan formal.
Dalam hal penulisan, Grammarly menjadi pilihan utama bagi mahasiswa. Aplikasi ini berfungsi untuk memeriksa tata bahasa, memperbaiki gaya penulisan, serta merapikan struktur kalimat, khususnya dalam bahasa Inggris. Versi gratisnya pun sudah cukup membantu untuk kebutuhan dasar akademik.
Untuk manajemen catatan, Notion AI hadir sebagai solusi praktis. Aplikasi ini tidak hanya menyimpan catatan, tetapi juga mampu merangkum materi, menyusun daftar tugas otomatis, hingga merapikan catatan yang sebelumnya tidak terstruktur.
Sementara itu, Perplexity AI menjadi alternatif mesin pencari berbasis AI yang cukup efisien. Mahasiswa dapat menggunakannya untuk mencari referensi, memahami topik tertentu, serta memperoleh informasi dengan cepat tanpa harus membuka banyak sumber secara terpisah.
Bagi mahasiswa di bidang sains dan teknik, Wolfram Alpha sangat membantu dalam menyelesaikan persoalan matematika dan perhitungan kompleks. Tidak hanya memberikan hasil, platform ini juga menyajikan langkah-langkah penyelesaian sehingga tetap mendukung proses belajar.
Di bidang desain, Canva AI banyak digunakan oleh mahasiswa yang aktif membuat presentasi, poster, maupun konten organisasi. Fitur AI dalam Canva memungkinkan pengguna menghasilkan desain visual dengan lebih cepat dan menarik tanpa memerlukan keahlian desain yang mendalam.
Dalam penyusunan karya ilmiah, Mendeley tetap menjadi andalan untuk mengelola referensi. Saat ini, penggunaannya semakin optimal dengan bantuan berbagai tools AI tambahan yang dapat mempermudah pencarian jurnal, pembuatan sitasi otomatis, serta pengelolaan daftar pustaka.
Terakhir, Duolingo Max menawarkan pendekatan baru dalam pembelajaran bahasa asing. Dengan dukungan AI, aplikasi ini menyediakan latihan percakapan yang lebih realistis serta umpan balik langsung, sehingga membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan bahasa secara lebih interaktif.
Dengan berbagai pilihan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara cerdas dan bertanggung jawab. AI seharusnya menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan pengganti usaha dan pemikiran kritis yang menjadi dasar utama dalam dunia akademik.
Editor: Nisa
