Serang, Wismanews.com – Setelah sempat vakum sejak 2024, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Mahasiswa Universitas Serang Raya (KAMUS) kembali aktif pada 2026. Pengaktifan kembali tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB) pada Jumat, 13 Februari 2026 yang bertempat di Sukadana, Kecamatan Kasemen Kota Serang, acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa, senior, serta dosen pembina, dan menetapkan Erga Pratama, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara semester 6, sebagai Ketua Umum UKM KAMUS periode 2026.
Menjelang pelaksanaan MUSLUB tersebut, Ketua Umum UKM KAMUS 2026, Erga Pratama menjelaskan bahwa pada tanggal 12 Februari 2026 sebelum MUSLUB dilaksanakan, dilakukan rangkaian komunikasi melalui Google Meet dengan pendiri UKM KAMUS, para senior, serta ketua umum sebelumnya. Komunikasi tersebut kemudian dilanjutkan melalui rapat internal yang memutuskan pembentukan ulang kepengurusan UKM KAMUS dari awal melalui mekanisme MUSLUB.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, saat diwawancarai, Erga Pratama menyampaikan bahwa UKM KAMUS terakhir aktif pada 2024 dan mulai berjalan kembali pada 13 Februari 2026.
“kalo berbicara vakum ya bisa di bilang terakhir aktif di tahun 2024, dan alhamdulillah kamus ini mulai aktif di tahun 2026 pada tanggal 13 februari 2026 dan sampai seterusnya.” ujarnya pada (16/02).
Terkait minat mahasiswa, Erga menilai ketertarikan terhadap UKM KAMUS masih ada karena perannya sebagai wadah pengembangan diri dengan ruang lingkup yang luas.
“kalo berbicara minat mahasiswa terhadap ukm kamus pasti masih ada, karena kamus hadir untuk menjadi wadah bagi mahasiswa yang mau mengembangkan diri di bidang apapun itu begitupun kamus juga ruang lingkupnya sangat luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama organisasi saat ini adalah menjaga relevansi agar tetap diminati mahasiswa.
“Jangan takut kehilangan kendali, tapi takutlah kehilangan relevansi. Mahasiswa akan datang kalau organisasi kita adalah tempat mereka tumbuh, bukan tempat mereka sekadar disuruh,” lanjutnya.
Untuk menghidupkan kembali UKM KAMUS, Erga menyebut organisasi perlu bertransformasi agar lebih modern dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“tentu menurut saya organisasi harus bertransformasi menjadi platform yang efisien, modern, dan memberikan keuntungan nyata bagi pengembangan diri mahasiswa secara profesional.” terangnya.
Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perbaikan sistem manajemen UKM KAMUS ke depan.
“mungkin sistem manajemen yang perlu diperbaiki adalah sistem yang terlalu kaku,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sistem manajemen UKM KAMUS perlu diarahkan agar mampu menciptakan ruang yang nyaman bagi pengurus dan anggota dalam mengembangkan kreativitas masing-masing.
“jadi ketika pengurus atau anggota masuk ke kamus dia menjadi diri sendiri untuk mengembangkan kreativitasnya masing-masing karena kamus hadir memberi ruang yang nyaman kepada setiap pengurus atau anggota,” ujarnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru melalui Musyawarah Luar Biasa, UKM KAMUS diharapkan dapat kembali berjalan aktif dan menjadi wadah pengembangan diri yang relevan bagi mahasiswa kedepannya.
(Restia/LPMWisma)
Reporter: Restia
Editor: Nisa
