Diklat Dasar Jurnalistik LPM WISMA UNSERA, Bangun Pers Muda yang Kritis dan Beretika

Serang, Wismanews.com – Lembaga Pers Mahasiswa Wahana Inspirasi Mahasiswa (LPM WISMA) Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar Diklat Dasar Jurnalistik (DIKLATSAR) pada Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025, bertempat di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Serang, Banten. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Pers Muda yang Kritis, Beretika, dan Berwawasan Luas untuk Mengawal Transparansi dan Perubahan.”

Ketua Umum LPM WISMA, M. Rizki Mulyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa DIKLATSAR merupakan langkah awal bagi peserta untuk memahami dunia jurnalistik secara utuh. Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga nilai kritis, etika, dan tanggung jawab sosial yang melekat pada pers mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk memahami dunia jurnalistik, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari nilai kritis, etika, dan tanggung jawab sosial. Pers mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyampai informasi sekaligus pengawal transparansi, khususnya di lingkungan kampus,” ujarnya pada (20/12).

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti DIKLATSAR dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bekal untuk tumbuh menjadi insan pers yang berintegritas serta berpihak pada kebenaran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana DIKLATSAR, Martin Forizal, menjelaskan bahwa tema kegiatan diangkat karena pers saat ini dituntut tidak hanya aktif menulis, tetapi juga kritis, beretika, dan memiliki wawasan luas di tengah derasnya arus informasi.

“Tema ini diangkat karena pers dituntut tidak hanya aktif menulis, tapi juga kritis, beretika, dan punya wawasan luas di tengah derasnya arus informasi,” jelasnya pada (22/12).

Ia juga menambahkan bahwa konsep kegiatan dirancang agar peserta memahami dasar jurnalistik dan etika pers, serta dilatih berpikir kritis melalui diskusi dan studi kasus.

“Saya berusaha agar peserta memahami dasar jurnalistik, etika pers, serta dilatih berpikir kritis lewat diskusi dan studi kasus, agar nilai-nilai dalam tema benar-benar bisa diterapkan,” tambahnya.

Ketua Umum LPM WISMA, M. Rizki Mulyana, juga menegaskan bahwa sikap kritis dalam jurnalistik harus selalu berjalan beriringan dengan etika.“Kritis yang baik harus selalu berdasarkan pada etika yang baik juga. Mengkritisi bukan berarti bisa seenaknya mengkoreksi atau mengomentari sesuatu yang mungkin belum sesuai tetapi harus juga bisa berlaku adil tanpa adanya tendensi,” tegasnya.

Ia menutup dengan pesan kepada peserta agar menjaga integritas dan independensi pers dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.

“Jadilah pers yang berintegritas dan selalu mengedepankan independensi pers itu sendiri, pers yang selalu netral dan mengutamakan kepentingan publik untuk informasi yang valid,” pungkasnya.

Melalui DIKLATSAR ini, LPM WISMA UNSERA berharap dapat melahirkan generasi pers muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga kritis, beretika, dan berwawasan luas.

(Nisa/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *