Teror Brutal dari Aparat Kepolisian: Warga Cibetus Membara, Ajukan Demonstrasi Tuntut Keadilan

Serang, Wismanews.com – Warga Kampung Cibetus, bersama elemen mahasiswa Kota Serang, Banten, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Pengadilan Negeri/Tipikor Serang Kelas IAA pada Senin, 14 April 2025. Demonstrasi ini bertujuan untuk menyuarakan ketidakadilan yang mereka rasakan terkait proses hukum dan teror serta intimidasi dari aparat kepolisian yang berujung penangkapan.

Ita, warga Kampung Cibetus, sekaligus istri dari korban penangkapan, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap ketidakadilan yang selama ini menimpa warga kampungnya, sekaligus suaminya.

“Kami sebagai masyarakat Cibetus kecewa banget lah intinya. Karena yang kami harapkan tidak sesuai,” ungkapnya pada Senin (14/04/2025).

Ia juga menambahkan bahwa penangkapan beberapa warga Cibetus menyimpang dari prosedur yang berlaku. “Adanya pra-peradilan untuk membuktikan bahwa penangkapannya tidak sesuai dengan prosedur. Tengah malam digerubuk, penangkapan tidak jelas tanpa surat penangkapan,” tambahnya.

Sebelumnya sembilan warga Kampung Cibetus sudah mengajukan sidang pra-peradilan terkait penetapan tersangka atas pembakaran kandang ayam, namun ketidakhadiran pihak Kepolisian Daerah Banten (Polda Banten) dalam sidang, mengakibatkan gugurnya sidang pra-peradilan.

“Yang pertama sudah gugur diundur padahal masih ada waktu, dan sekarang digugurkan lagi. Jangan mentang-mentang kalian punya uang bisa semenang-menang,” tegas Ita.

Situasi warga Kampung Cibetus masih penuh dengan amarah karena konflik yang berkepanjangan. Mereka masih merasakan teror dan intimidasi dari beberapa pihak terkait.

“Setiap malam, selalu saja ada teror-teror orang yang tidak dikenal keliling dikampung kita. Bahkan ada ancaman, bahwa seluruh Ibu-ibu bakal ditangkap,” tuturnya.

Saat ini, warga Kampung Cibetus terus berjuang untuk mendapatkan keadilan. Mereka bertekad membuktikan bahwa mereka tidak bersalah, dan berharap semuanya mendapatkan hasil terbaik.

(Farid/LPMWisma)

Reporter: Farid

Editor: Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *