Serang, Wismanews.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Serang Raya (UNSERA) telah melaksanakan panel diskusi dengan tema “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah”, pada 12 Februari 2025, di Aula Lantai 6 Gedung A UNSERA yang bertujuan untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa dan pemuda terhadap peran mereka dalam pembangunan daerah. Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Usep Saepul Ahyar (Akademisi UNSERA), M. Najib Hamas (Wakil Bupati Kabupaten Serang Terpilih), dan Ahmad Aflahul Aziz (Anggota DPRD Kota Cilegon).
Ketua Umum DPM UNSERA, Abdul Salam, menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan hasil keresahan bersama terkait minimnya keterlibatan pemuda dalam menyikapi berbagai permasalahan di masyarakat dan kampus.
“Hari ini kita melihat bahwa mahasiswa dan pemuda seharusnya memiliki daya kritis yang tinggi, namun seringkali peran dan fungsi mereka dalam masyarakat masih dipertanyakan. Oleh karena itu, kami menginisiasi diskusi ini sebagai upaya membangun kesadaran mereka,” ujarnya pada Kamis (12/02/2025).
Memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan daerah, maka tema diskusi pada kali ini berlandaskan tolak ukur pemuda dan mahasiswa terhadap pembangunan daerah. “Kita sebagai mahasiswa adalah tolak ukur masyarakat dan pemerintah. Kita berperan sebagai “Agent of Control” dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka,” tambahnya.
Dalam hal implementasi hasil diskusi, Abdul Salam berharap para mahasiswa yang hadir dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saat libur, mahasiswa akan kembali ke daerahnya masing-masing. Ini menjadi momen untuk mengaplikasikan hasil diskusi dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka dapat berbagi wawasan dan menjadi agen perubahan di daerahnya,” jelasnya.
Acara ini menargetkan 70 hingga 100 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, pemuda daerah, serta siswa SMA dan SMK di Kota Serang. “Alhamdulillah, hari ini ada sekitar 50 peserta yang hadir. Kami juga mengundang Karang Taruna Kota Serang untuk berpartisipasi dalam diskusi ini,” ungkap Abdul Salam.
Menurut Abdul Salam, peran pemuda dan mahasiswa dalam pembangunan daerah sangatlah penting. “Kondisi daerah, khususnya di Provinsi Banten, sangat bergantung pada pemuda dan mahasiswa. Mereka adalah kaum intelektual yang memiliki akses pendidikan dan wawasan yang lebih luas. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka harus kembali ke masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tutupnya.
Acara ini bertujuan menumbuhkan semangat mahasiswa dan pemuda untuk berpartisipasi aktif membangun daerahnya masing-masing.
(Mariyam/LPMWisma)
Reporter: Mariyam
Editor: Riri
