Serang, LPMWisma.com – Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar seruan aksi menggugat Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) atas dasar dugaan pembatasan hak suara mahasiswa jurusan matematika dan vokasi. Aksi ini dilakukan di lapangan parkir Unsera (31/08).
Massa aksi terdiri dari mahasiswa Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika), Himpunan Mahasiswa Akutansi (Himaksi), Himpunan Mahasiswa Manajemen (Human), Himpunan Mahasiswa Vokasi (Himvasi), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB.
Pemira yang dilakukan setahun sekali dalam ajang pesta demokrasi ini menjadi sorotan akibat adanya polemik antara mahasiswa pendidikan matematika dan vokasi atas dugaan penyelewengan hak suara kedua jurusan ini.
Halimah selaku ketua Himvasi mengatakan “kami merasa dicederai hak nya dalam pemira ini, karena suara kami yang tidak dianggap padahal sudah jelas kami berada di bawah naungan KBM FEB, dan itu tertuang dalam SK Legalitas organisasi yang ditandatangani BEM dan DPM FEB” tuturnya.
Lebih lanjut Mila Nurlaila selaku Ketua Himatika juga menegaskan bahwa KPUM adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas keputusan tereliminasinya suara pendidikan matematika dan vokasi di PUM tahun ini. ” beberapa oknum KPUM mengambil keputusan secara sepihak dan tidak sesuai dengan hasil diskusi dengan seluruh anggota KPUM sehingga diindikasi mempunyai keepentingan untuk memenangkan salah satu paslon” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dari awal KPUM yang menjadikan Perfak sebagai acuan klasifikasi hak suara itu sudah salah kaprah karena pada UU Pumas tidak tertulis harus mengacu pada Perfak yang di dalamnya justru tidak tercantum pihak mana yang diperbolehkan menggunakan haknya untuk memilih cagub dan cawagub BEM dan DPM Fakultas.
“kami sudah mengajukan surat gugatan kepada panwas tapi panwas pun memutuskan secara sepihak dan menolak gugatan kami tanpa adanya panggilan terlebih dahulu untuk uji materi antara penggugat dan tergugat” katanya kepada reporter LPM Wisma.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak KPUM ataupun Panwas mengenai polemik demokrasi yang terjadi saat ini.
Meskipun dalam berlangsungnya aksi ini sempat turun hujan, namun tidak membuat mahasiswa berhenti dalam melakukan seruan. Aksi ini juga dihiasi dengan pembacaan puisi, orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Dalam aksinya juga, massa tetap menaati protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker. (Zahwa/LPMWisma)
Reporter : Zahwa
Editor : Mila
