Serang, LPMWISMA.com – Memasuki minggu ketiga kuliah dengan sistem daring (dalam jaringan), mahasiswa menuntut pihak lembaga untuk memotong Biaya Operasional Perkuliahan (BOP) sebesar 30 persen dari total keseluruhan biaya. Tuntutan itu telah disampaikan kepada pihak rektorat dalam rapat online yang dilakukan pada hari Kamis (2/4) melalui aplikasi Zoom. Rapat online tersebut dihadiri oleh Wakil Reltor 2, Kabiro Kemahasiswaan, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa.
Ketua DPM Unsera Ghea Hadi Rizki, membenarkan tuntutan yang dilayangkan itu adalah aspirasi mahasiswa/i Unsera. “Karena bagaimanapun ada hak yang harus kita dapatkan setelah kewajiban dipenuhi, dan hak kita adalah mendapatkan berupa bantuan subsidi untuk kelancaran KBM” tulisnya melalui pesan Whatsapp (6/4).
Sebelumnya DPM dan MPM Unsera telah membuat kuisioner yang disebar secara online kepada seluruh mahasiswa/i Unsera. Dari kuisiner yang disebar tersebut, sebanyak 99,3 persen setuju agar diberikannya keringanan biaya BOP. Sesuai dengan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Perguruan Tinggi nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang himbauan agar perguruan tinggi dapat memantau dan membantu kelancaran mahasiswa dalam melakukan pembelajaran dari rumah, salah satunya adalah subsidi kuota internet melalui pengurangan BOP.
“Selama berjalan nya kuliah daring, hampir seluruh fasilitas kampus tidak kita nikmati, bahkan untuk melaksanakan kuliah online pun mahasiswa harus merogoh biaya tambahan untuk memfasilitasi diri nya dengan kuota internet” tambahnya.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua MPM Unsera Syahrul Ramadhani Putra, bahwa bagaimanapun kuliah secara online ini memiliki dampak negatif berupa keterbatasan akses internet. Dengan keadaan perekonomian yang tidak stabil, tentunya hal ini menjadi permasalahan khususnya di kalangan mahasiswa.
“DPM dan MPM-U akan bekerja sama dengan seluruh Organisasi Mahasiswa Unsera untuk sama-sama mewujudkan aspirasi kita, setelah itu nanti akan kita adakan audiensi kedua bersama rektorat” katanya dalam pesan Whatsapp DPM dan MPM Unsera berharap agar dalam rapat kedua nanti, pihak lembaga dapat mewujudkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa supaya kampus dan mahasiwa dapat bersinergi bersama dalam kegiatan belajar mengajar ditengah wabah pandemic Covid 19 yang semakin meluas penularannya. (MT/LPM.WISMA)
Reporter : MT
Editor : Mila
