Serang, LPMWISMA.com – Tongkat Kayu yang merupakan band genre rock jebolan Kec. Kragilan, Serang kembali manggung di Unsera dalam acara Urban Culture Music Festival 2020 (Urresic Fest). Meski sudah ketiga kalinya manggung di Unsera, Tongkat Kayu tetap mencuri perhatian warga Unsera dengan gaya nyentriknya, mulai dari aksi panggung hingga busana yang mereka kenakan.
Diawali dengan lagu lawas dari Farid Rahardja, Ini Rindu, Tongkat Kayu berhasil mengundang hasrat berdansa mahasiswa unsera yang berada sekitar panggung utama. Meski tidak membawakan lagu-lagu karangannya, tetap tidak mengurangi keseruan rangkaian agenda parade band dalam Uressic Fest tahun ini.
Dalam wawancara yang dilakukan LPM Wisma, Band yang sempat mengikuti Rising Star Indonesia ini terang-terangan menyebutkan bahwa gaya nyentriknya didasari keinginan untuk tampil beda. “Kita engga pengen tampil yang ngikutin trend-trend, makanya kita coba untuk beda. Orang ketawa lihat kita, kita senang lihat mereka ketawain kita,” kata Danang sambil melempar candaan.
Band berbasis kearifan lokal ini tak hanya nyentrik perihal busana, namun konsep aliran musik, lagu, hingga lirik pun berbeda dari band-band pada umumnya. “Sebagai putra daerah kita ingin Banten ini terkenal untuk industri kreatifnya, makanya album yang yang kemarin rilis menceritakan anak bontot dan makanan khas serang, yang namanya Bontot juga,” jelas gitaris Tongkat Kayu yang akrab dengan sapaan Peot.
Perihal lagu berbahasa Jawa Serang (Jaseng), lanjut Danang, sudah direncanakan oleh Tongkat Kayu. “Lagu Bahasa Jaseng sudah ada konsepnya, tentang Nong Banten,” tambah Danang. Tongkat kayu berharap dengan adanya lagu-lagu yang mengangkat local wisdom bisa meningkatkan eksistensi kebudayaan yang ada di Banten. (LPM Wisma/Dwi)
Editor: Dwi
