Serang, LPMWISMA.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Unsera adakan nonton bareng dan diskusi film dokumenter “Sexy Killers” kamis malam di Lapangan Futsal Unsera (11/4/2019). Acara tersebut ramai dihadiri oleh semua kalangan mahasiswa, bahkan tak sedikit mahasiswa luar unsera turut hadir meramaikan acara tadi malam. Supriyadi yang merupakan Aliansi Pejuang Lingkungan Hidup Cilegon (APLHC) serta ketua Ikatan Alumni (IKA) Unsera hadir sebagai pemantik diskusi selepas film tersebut ditayangkan.
M. Agung Laksono selaku ketua umum DPK GMNI Unsera mengatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan karena mengingat kebutuhan energi di Indonesia sangat tinggi sedangkan di sisi lain ada masyarakat yang dirugikan dengan aktivitas pertambangan batu bara. Selain itu ia pun ingin mempererat hubungan antara organisasi eksternal dengan organisasi internal kampus.

Dalam diskusinya Supriyadi mengkaitkan Film dokumenter yang menceritakan pilu masyarakat sekitar pertambangan tersebut dengan fenomena yang terjadi di Kota Cilegon. “Jangankan batu bara di Kalimantan, di Cilegon saja sudah banyak persoalan lingkungan hidup. Salah satu korbannya adalah nelayan. Di kawasan Cilegon, dari Ciwandan hingga perbatasan Bojonegara semua akses nelayan ditutup. Kalaupun melaut paling hanya 100 m dari bibir pantai, ditambah ancaman dari kapal-kapal besar yang berlalu-lalang.” Paparnya secara gamblang.
“Ada banyak hal yang harus dipelajari serta didiskusikan berkenaan dunia luar kampus, dan tentunya kegiatan ini membuka tabir kondisi lingkungan hidup di Indonesia,” Ujar Aldi Haris Firdaus, Presma Unsera menanggapi acara tadi malam. Ia pun mengharapkan setelah adanya kegiatan diskusi ini mampu membuat mahasiswa menambah keilmuannya sehingga kelak bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat. “Yang utama menambah dan perdalam keilmuan dulu. Setelahnya baru bisa membuat pergerakan untuk menangani permasalahan, baik dengan audiensi atau bahkan advokasi.” Tutupnya. (LPM Wisma/Tia, Surya)
Editor : Dwi
