SERANG, LPMWISMA.com – Empat mahasiswa ilmu komunikasi terjebak selama hampir satu jam di dalam lift Unsera (15/10). Senin malam pukul 20.10 WIB Rohman, Rinjani, Rengga, dan Fajar ingin memasuki kelas di lantai 6 menggunakan lift, namun ketika telah berada di dalam lift tiba-tiba berhenti. “Pintu lift sudah tertutup, tiba-tiba ada suara ‘Gruduk…’ lalu berhenti. Saya buka (paksa) pintu liftnya, ternyata posisi lift tertutup tembok dan ada celah sedikit.” Papar Rohman setelah di evakuasi.
Setelah mengetahui liftnya menggantung dan macet tepat diantara lantai satu dan lantai dua, Rohman bergegas meminta bantuan kepada teman-temannya melalui Whatsapp. “Saya chat Wapresma Wawan, grup info FISIP Unsera, grup Wisma dan status Whatsapp. Alhamdulillah mereka responsif,” ujar Rohman. Selang beberapa waktu beberapa teman Rohman dan teknisi Unsera datang membantu proses evakuasi.
Sebagai informasi yang telah ditemukan Agus Sudrajat pagi tadi (16/10) bahwa adanya secarik bungkus permen yang menyumbat pada sensor. Selain itu pernah ditemukan sampah-sampah makanan di bawah lift oleh petugas teknisi ketika melakukan pengecekan. Pihaknya telah melakukan perawatan rutin dengan melakukan pengecekan lift setiap dua minggu sekali untuk menghindari kesalahan dan kerusakan.
Agus menghimbau agar semua mahasiswa mentaati aturan yang berlaku dan bijak saat menggunakan fasilitas kampus serta saling menjaga. Aturan khusus mengenai penggunaan lift sudah tertera di setiap lantai pintu lift dan diharapkan setiap mahasiswa kooperatif pada saat diberitahu oleh teknisi maupun akademisi.
Agus juga menambahkan, “Jangan terlalu lama menahan pintu, tenang saat berada di dalam lift dan tidak bercanda.” Ujarnya saat memberikan antisipasi kepada mahasiswa agar tidak terjadi lagi insiden serupa.
Namun pada faktanya, masih banyak mahasiswa yang tidak mengindahkan aturan tersebut, “Kalau dikasih tahu susah ngomongnya, mereka (mahasiswa) memang benar bayar, tapi kan untuk semua, memangnya dalam setahun untuk bayar lift doang.” Tutupnya. (LPM Wisma/Komalawati, Dwi & Ifda)
Editor: Rizky Septyawidi
