KBM UNSERA Gelar Mimbar Bebas, Guna Menuntut Rektor Perhatikan Biaya Akhir Perkuliahan

Serang, LpmWisma.com – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Serang Raya (UNSERA), menggelar aksi mimbar bebas sebagai bentuk protes terhadap kenaikan biaya perkuliahan. Aksi ini dihadiri oleh para mahasiswa UNSERA dari berbagai fakultas, dan pihak kampus. Aksi yang berlangsung di belakang Gedung A UNSERA, pada Kamis, 29 Februari 2024.

Dalam aksi ini, massa yang menyebut dirinya sebagai “Aliansi KBM UNSERA Bergerak” menyuarakan aspirasi mahasiswa guna menekan kenaikan Biaya Akhir Perkuliahan (BAP), yang baru-baru ini diumumkan oleh pihak Rektorat. Hal ini menjadi perbincangan hangat di lingkungan kampus, lantaran membuat beban berat bagi para mahasiswa tingkat akhir. Salah satu massa aksi, Adi Darmawan selaku Presiden Mahasiswa (PRESMA), menekankan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk aspirasi sebagai keresahan kampus yang terjadi di UNSERA.

“Tujuan mimbar bebas atau aksi kamisan yang coba kita lakukan sebagai bentuk keresahan kampus yang terjadi di UNSERA. Salah satunya, banyak ketimpangan seperti kebijakan yang dikeluarkan adalah pembelajaran hybrid 70% secara online dan 30% offline untuk reguler malam ataupun sebaliknya, dan juga untuk hari Sabtu diliburkan dan terkhusus kegiatan organisasi tidak boleh dilakukan di gedung-gedung lingkungan kampus, dan yang paling sentral adalah problematikanya mengenai kenaikan BAP yang menjadi salah satu keresahan mahasiswa, dan juga terhadap Biaya Operasional Perkuliahan (BOP) yang selalu meningkat setiap tahunnya. Tetapi, fasilitas yang kita rasakan yang tidak begitu kunjung usai untuk diperbaiki. Kantin yang hari ini sentral tersorot, bahkan sarana prasarana olahraga yang kegunaannya untuk menyehatkan mahasiswa. Namun, pada kenyataannya tidak kunjung usai diperbaiki,” ujarnya dalam wawancara langsung, Kamis (29/2/2024).

Aksi ini memiliki harapan, dalam mengadvokasi hak mereka, dengan menjadikan sebuah hal yang ingin disampaikan dapat terdenger oleh pihak kampus, sebagai tinjauan kembali pada kebijakan-kebijakan tersebut.

Selain itu, massa aksi berharap agar dapat berdialog langsung dengan pihak kampus. Sehingga, aksi ini menjadi sebuah jalan utama guna untuk perubahan terhadap biaya kampus yang melonjak naik.

“Untuk berbicara harapan teman-teman KBM UNSERA bergerak, hari ini tadi sudah disampaikan bahwa keresahan-keresahan dimana ada tentang nalar-nalar logika yang memang hari ini berbicara, seharusnya BAP biaya akhir ini tidak dinaikan. Hari ini kita menolak untuk bisa naiknya biaya BAP ini dan karena tadi kebijakan dua kebijakan sebelumnya ada pembaharuan, harusnya berbicara tentang BOP juga turun secara nalar logika. Makanya kami mengharapkan menolak yang namanya kenaikan BAP, kedua BOP pun harus diturunkan, dan yang ketiga ini kita berbicara tentang fasilitas-fasilitas yang harus diperbaiki, karena berbicara apple to apple kampus-kampus di Kota Serang hari ini UNSERA termasuk biaya yang cukup mahal, ini juga mahasiswa malah menjadi enggan untuk masuk ke UNSERA harusnya hari ini kampus menurunkan biaya-biaya tersebut. Maka, harapaan kami adalah tiga hal itu kira-kira dari kawan-kawan KBM UNSERA didengar dan ditinjau kembali kebijakan-kebijakan itu,” pungkasnya. (Zeit/LPMWisma)

One Reply to “KBM UNSERA Gelar Mimbar Bebas, Guna Menuntut Rektor Perhatikan Biaya Akhir Perkuliahan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *