Serang, Wismanews.com – Menjadi anak kos memang mengajarkan banyak hal, terutama soal bagaimana mengatur keuangan agar tetap cukup hingga akhir bulan. Hal ini juga ditunjukkan oleh Muhammad Fikri Aulia Hasan, mahasiswa Teknik Informatika semester 3 Universitas Serang Raya (UNSERA), yang memiliki cara tersendiri dalam mengelola uang bulanan secara bijak dan produktif.
Fikri mengaku, dalam sebulan ia mendapatkan uang sekitar Rp1,5 juta termasuk beasiswa yang diterimanya. Namun, ia tak langsung menghabiskan semua uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya per bulan kalau include beasiswa itu 1,5 juta. Uang jajannya ya paling habis 500 ribu, sisanya saya investasiin buat skill, buat aset juga, dan kalau masih ada sisanya saya tabung untuk masa depan,” jelasnya pada (23/10).
Ia menambahkan, karena biaya kos sudah dibayar untuk satu tahun dari beasiswa yang diterima, pengeluaran bulanannya lebih difokuskan untuk makan dan kebutuhan listrik.
Meski begitu, Fikri mengaku tidak punya trik khusus untuk berhemat, tapi menekankan pentingnya memahami prioritas kebutuhan.
“Sebenarnya gak ada cara yang pasti buat hemat, yang jelas kita harus makan karena itu kebutuhan primer. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Yang primer diutamakan, yang sekunder dibelakangkan dulu. Semuanya tergantung gaya hidup,” ujarnya.
Selain pandai mengatur keuangan, Fikri juga membagikan tips bagi mahasiswa kos lainnya agar tetap bisa hemat tanpa kehilangan semangat menikmati hidup. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan kiriman orang tua, tetapi juga mulai mencari penghasilan tambahan.
“Kalian jangan bergantung dari transferan orang tua. Kalian harus cari sendiri, misalnya part time atau freelance. Sekarang dunia digital kan berkembang pesat, jadi pastikan kalian selalu update. Banyak situs buat cari kerja sampingan kayak freelance.com atau project.co.id,” tutur Fikri yang juga aktif sebagai web developer dan kerap mendapat proyek secara daring.
Dari kisah Fikri, dapat disimpulkan bahwa menjadi mahasiswa kos bukan berarti harus hidup pas-pasan. Dengan pengelolaan keuangan yang bijak, kemampuan beradaptasi, dan semangat mandiri, mahasiswa bisa tetap hidup nyaman sambil menyiapkan masa depan yang lebih baik.
(Martin/LPMWisma)
Reporter: Martin
Editor: Martin
