Serang, Wismanews.com – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar seruan aksi demonstrasi di depan Gedung A, pada Kamis, 30 Oktober 2025. Mahasiswa melakukan aksi ini sebagai bentuk protes untuk memperjuangkan hak mereka agar pihak kampus memberi kebijakan yang adil dan terbuka. Mereka menuntut transparansi penuh serta penurunan biaya pendidikan karena biaya tersebut semakin membebani mahasiswa.
Massa aksi menyuarakan keresahan atas biaya kuliah yang terus meningkat tanpa kejelasan dasar kebijakan, serta menuntut agar pihak kampus lebih terbuka dalam pengelolaan dana dan peningkatan fasilitas.
“Dan harus kawan-kawan ketahui juga, pendidikan adalah hak, bukan barang dagangan kawan-kawan. Maka dari itu, kami di sini menuntut jaminan hak mahasiswa, termasuk biaya kampus. Dan yang paling mendasar, turunkan biaya perkuliahan yang melonjak naik,” ujar Putra, salah satu perwakilan mahasiswa pada Kamis (30/10).
Menanggapi aksi tersebut, pihak kampus menyatakan kesiapan untuk membuka ruang dialog terbuka dengan seluruh mahasiswa guna membahas tuntutan yang disampaikan.
“Jam satu, kami mengundang mahasiswa sebanyak-banyaknya datang. Kami akan hadir rektor, warek-warek, dekan-dekan semuanya, kabiro, kaprodi kami undang semuanya. Sampaikan semua keluh kesah kalian, dengan bukti dan data,” ujar wakil rektor II UNSERA, Dr. M. Kamil Husain, Lc., MSI.
Namun, mahasiswa menilai janji dialog belum cukup untuk menjawab persoalan utama yang mereka alami. Mereka menyoroti ketimpangan antara biaya kuliah yang tinggi dan fasilitas kampus yang minim.
“Di tengah bayaran yang mahal ini, fasilitas yang kita dapatkan itu tidak ada. Jadi lebih tepatnya, slogan kita adalah: bayaran elit, fasilitas sulit,” ucap Alyesa, salah satu peserta aksi.
Ia memperingatkan bahwa jika pihak kampus tidak menanggapi tuntutan mahasiswa secara serius, mereka akan kembali menggelar aksi dengan skala yang lebih besar.
“Ketika tuntutan ini tidak disetujui oleh pihak kabiro ataupun pihak rektorat, kita akan membuat letupan yang lebih besar. Kita akan membuat aksi yang lebih besar daripada aksi hari ini,” tutup Alyesa.
Mahasiswa menjalankan aksi dengan kondusif dan berharap pihak terkait benar-benar menjalankan langkah dialog secara terbuka yang berujung pada kebijakan berpihak pada mahasiswa.
Mereka menegaskan, perjuangan ini bukan sekadar tentang biaya, melainkan tentang hak atas pendidikan yang adil dan layak bagi semua.
(Nisa/LPMWisma)
Reporter: Nisa
Editor: Div. News – Berita
