Perpustakaan UNSERA Batasi Jam Operasional, Efisiensi Fasilitas Jadi Alasan

Serang, Wismanews.com – Perpustakaan Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menerapkan perubahan kebijakan jam operasional selama masa libur semester. Namun, hingga Senin, 6 Oktober 2025, pembatasan layanan tersebut masih berlangsung meski mahasiswa sudah kembali aktif mengikuti perkuliahan. Kebijakan ini menjadi sorotan di kalangan mahasiswa, terutama mereka yang rutin memanfaatkan fasilitas kampus.

Kepala Perpustakaan UNSERA, Erna, menjelaskan bahwa pihak kampus melakukan pembatasan jam operasional sebagai bentuk efisiensi fasilitas. Sebelumnya, perpustakaan melayani dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi malam. Mereka mengoperasikan sesi pagi hingga pukul 16.00 WIB dan membukanya kembali pada pukul 18.00 WIB. Namun, selama libur semester, meniadakan sesi sore karena menganggapnya tidak efektif.

“Kebijakan pembatasan ini mulai diterapkan saat libur semester. Sebelumnya perpustakaan melayani dua sesi, pagi dan sore, namun sesi sore ditiadakan karena dianggap kurang efektif. Selain itu, kami juga melakukan efisiensi penggunaan fasilitas seperti AC dan koneksi internet yang memerlukan daya besar. Pemberlakuan maupun penormalannya tetap berdasarkan surat keputusan rektor,” ujar Erna pada (6/10).

Ia juga menjelaskan bahwa mereka rutin melakukan pembatasan layanan setiap libur semester. Minimnya aktivitas mahasiswa selama masa libur menjadi alasan utama.

“Kalau libur semester, mahasiswanya tidak ada, jadi yang dilayani juga tidak ada,” jelasnya.

Erna menyampaikan bahwa mereka berharap dapat menormalkan kembali pelayanan perpustakaan pada bulan Desember. Namun baik pembatasan maupun penormalan layanan tersebut tetap bergantung pada izin dari rektor.

Erna juga berharap besar agar mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara maksimal.

“Untuk harapan kami, Mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara maksimal tentu saja sangat besar ya, kenapa, karena pelayanan perpustakaan itu untuk membuat mahasiswa terfasilitasi dalam hal mengakses koleksi ataupun referensi yang ada di perpustakaan berkaitan dengan kebutuhan studi mereka. Jadi dengan adanya mahasiswa memiliki keinginan besar seperti itu kami juga bersemangat untuk melayani lagi. Nah tentu saja hal itu akan mempengaruhi penormalan kembali dalam hal keputusan dari rektor,” tutupnya.

Meski jam terbatas, perpustakaan tetap menjadi fasilitas penting akademik mahasiswa. Banyak mahasiswa berharap agar layanan segera kembali normal sehingga akses terhadap sumber belajar menjadi lebih maksimal.

(Martin/LPMWisma)

Reporter: Martin

Editor: Div. News – Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *