Mahasiswa UNSERA Tuntut Perubahan Kebijakan dan Penegakan Demokrasi

Serang, LPMWisma.com – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar aksi demonstrasi di Lampu Merah Ciceri, Serang, Banten pada tanggal 27 Agustus 2024.

Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini, dihadiri oleh sekitar 130 mahasiswa dari berbagai fakultas UNSERA. Dalam suasana yang ramai, para mahasiswa menyampaikan suara dan harapan mereka terkait peraturan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Mereka mengungkapkan ketidakpuasan melalui berbagai poster dan spanduk sebagai media tulisan.

Aksi ini mengangkat tema “Rawat Demokrasi, Hancurkan Tirani,” yang menegaskan komitmen mereka terhadap pelestarian nilai-nilai demokrasi dan penentangan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

Dalam demonstrasi ini, para mahasiswa menyuarakan sepuluh tuntutan utama. “Sebenarnya kita membawa 10 tuntutan. Hal-hal itu kita rangkum dan yang pertama kita ingin cabut RUU Polri yang dimana itu pada akhirnya nanti bisa overpower kepada masyarakat dan juga cabut RUU Cipta Kerja itu untuk para kawan-kawan pekerja dan buruh dan juga cabut atau mungkin tolak upaya pengembalian dwi-fungsi Abri dan polri dan juga yang memang mungkin hangat di media sosial tentang perampasan aset. Kita ingin mencoba ke pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan yang lain lainnya, seperti Ham, pendidikan dan sebagainya,” jelas Muhammad Qolby Yusuf, selaku Presiden Mahasiswa UNSERA.

Ia juga menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial dan politik terkini. Selama 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, banyak kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat. Oleh karena itu, demonstrasi ini bertujuan untuk mengecam kebijakan-kebijakan tersebut dan mendorong perubahan. Mahasiswa berharap tuntutan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk mewujudkan perubahan positif bagi masyarakat.

Qolby juga menyampaikan harapannya terkait demo hari ini, “harapan pusat kita adalah bagaimana kita mahasiswa dan juga masyarakat pada umumnya terus menerus peduli akan nasib bangsanya kedepan. Karena bagaimanapun, jika ada suatu penindasan dan suatu ketidakadilan, kalau kita diam maka kita tidak bisa menjanjikan bahwasannya bangsa kita kedepan akan sejahtera dan juga akan dijamin oleh rezim-rezim kedepan. Karena bagaimanapun mahasiswa sebagai asusi permanen kita harus trus mengupayakan tentang nilai-nilai keadilan dan juga perjuangan.”

Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Para peserta demo membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan orasinya, dan acara berlangsung dalam suasana kondusif.

(Aulia/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *