Pandeglang, LPMWISMA.com– Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan bencana, komunitas KUN humanity System bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didukung penuh oleh ACTED menggelar Disaster Risk Reduction (DRR) For The People of Banten yang berlangsung pada hari selasa dan rabu tanggal 23-24 April 2019 yang berlokasi di Tanjung Lesung Resort, Kabupaten Pandeglang.
KUN humanity system merupakan komunitas yang bergerak berbasis volunteer yang mengsinergikan manusia dengan alamnya. Dalam pelatihan kali ini, komunitas KUN mengundang beberapa Non Government Organization (NGO) daerah Serang dan Pandeglang, baik dari kalangan akademisi, serta media. Dengan jumlah peserta berjumlah 30 orang untuk membentuk sebuah forum pengurangan bencana ditingkat desa hingga melahirkan sebuah desa tangguh bencana.
Dikutip dari katadata.co.id, desa tangguh bencana merupakan desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, (Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana).
“Kami dari KUN yang didukung penuh oleh ACTED bekerja sama dengan BNPB melaksanakan pelatihan yang berkaitan dengan penanganan bencana yang ada di sekitar kita” ujar Chairil Anam selaku penanggung jawab acara.
Diadakannya kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keadaan Indonesia yang 80% wilayahnya merupakan daerah rawan bencana baik dalam frekuensi sedang hingga tinggi yang sebagian besar didominasi oleh bencana hidro. Maka dari itu, penanggulangan bencana harus melibatkan seluruh elemen yang terdiri dari lima pilar kekuatan, yaitu masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi dan media.
“Lima kekuatan ini yang menjadi dasar kita untuk bersama-sama mengurusi bencana di republik ini.” Ujar Pangarso Suryotomo selaku Direktur pemberdayaan masyarakat BNPB.
Diharapkan kegiatan DRR ini adalah sebagai wujud agar masyarakat paham apa saja hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana di wilayahnya dan bagaimana cara melihat serta melaporkan ketika terjadi gejala-gejala terjadinya bencana. (LPM WISMA/ AL SAH-HIM)
Editor : Tia
