Harga Plastik Melonjak: Pasokan Nafta Terganggu akibat Konflik Timur Tengah

Serang, Wismanews.com – Kenaikan harga plastik mulai dirasakan di berbagai sektor industri dan pelaku usaha kecil di Indonesia sejak akhir Maret 2026. Lonjakan ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku utama plastik, yakni nafta, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Di pasar global, konflik tersebut berdampak langsung pada distribusi minyak dan turunannya. Nafta sebagai produk turunan minyak bumi menjadi salah satu komoditas yang terdampak, mengingat sebagian besar pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah. Gangguan jalur distribusi, termasuk di wilayah strategis seperti Selat Hormuz, menyebabkan pasokan tersendat dan harga melonjak.

Di dalam negeri, kenaikan harga ini mulai terasa signifikan. Dalam satu bulan terakhir, harga bahan baku plastik dilaporkan meningkat tajam, bahkan mendekati 45%. Dampaknya, harga plastik kemasan di tingkat industri disebut telah naik hingga sekitar 50%.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor nafta dari Timur Tengah. Ketergantungan ini membuat industri plastik dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak geopolitik di kawasan tersebut.

“Beberapa hari ini kan memang banyak atau keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah,” ujar Budi di kantor KSP, Jakarta, Rabu (01/04) dikutip dari idn.times.com.

Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah mencari alternatif pemasok dari negara lain, seperti India, Afrika, hingga Amerika, guna mengurangi ketergantungan terhadap kawasan Timur Tengah. Namun, proses diversifikasi ini membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan.

“Apa yang demikian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya Afrika, India dan Amerika,” lanjutnya dikutip dari idn.times.com.

Di sisi lain, dampak kenaikan harga plastik sudah dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang mengaku harga plastik kemasan mengalami kenaikan bertahap sejak Lebaran. Kondisi ini meningkatkan biaya operasional, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Selain pelaku usaha, industri petrokimia nasional juga berada dalam posisi tertekan. Terganggunya pasokan nafta yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah membuat rantai produksi menjadi tidak stabil. Dalam kondisi normal, pasokan bahan baku masih dapat ditopang oleh stok, namun dalam jangka panjang, gangguan distribusi berpotensi memperparah kenaikan harga.

Fenomena ini menunjukkan bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga merambat ke kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kenaikan harga plastik menjadi salah satu contoh bagaimana ketergantungan terhadap impor bahan baku dapat memicu kerentanan ekonomi domestik.

(Nisa/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *