Serang, Wismanews.com – Perundungan di lingkungan kampus masih menjadi persoalan yang sulit diberantas. Kasusnya terus muncul dalam berbagai bentuk verbal, fisik, hingga melalui media sosial. Dampaknya tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga menyentuh sisi psikologis individu yang menjadi sasaran.
Sering kali, tindakan ini berawal dari hal-hal yang dianggap sepele seperti ejekan, perbedaan fisik, prestasi akademik, atau latar belakang sosial. Jika dilakukan secara terus-menerus, dampaknya bisa sangat serius diantaranya menimbulkan trauma, tekanan mental, dan hilangnya rasa percaya diri.
Dalam beberapa kasus, tekanan tersebut bahkan mendorong individu ke titik yang sangat mengkhawatirkan.
Di lingkungan kampus, perundungan kerap terjadi tanpa disadari. Bentuknya bisa halus, terselubung dalam candaan, atau muncul dalam interaksi sosial sehari-hari. Banyak mahasiswa memilih diam karena khawatir akan dikucilkan atau dianggap lemah.
Sebagai ruang belajar dan tumbuh, kampus seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung. Kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang saling menghargai, menghindari candaan yang menyinggung, dan membangun empati bisa menjadi langkah awal menuju perubahan.
Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter yang peduli dan beradab.
(Div.News-Berita/LPMWisma)
Editor: Div. News – Berita
