Serang, Wismanews.com – Memasuki hari kedua Pekan Olahraga Mahasiswa (POM), energi dan semangat persatuan mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menggelora. Mereka menggelar dua cabang perlombaan turnamen, yaitu futsal dan e-football, pada Selasa, 17 Juni 2025.
Ketua Pelaksana, Zian Wildan, dalam pernyataannya, turut menyampaikan informasi mengenai jalannya pelaksanaan turnamen hari ini yang mereka gelar di lokasi berbeda namun berlangsung pada hari yang sama.
“Kalau untuk hari ini ada futsal dan e-football. Untuk futsal di lapangan dan e-football di gedung B lantai 3, ruang 2,” ujarnya pada Selasa (17/06/2025).
Sembilan tim dari berbagai jurusan langsung menyita perhatian sejak babak awal turnamen futsal. Di cabang e-football, 10 peserta individu turut ambil bagian, menghadirkan persaingan yang tak kalah sengit.
Sebelum pertandingan turnamen futsal dimulai, kegiatan secara resmi dibuka melalui penyerahan simbolis oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Drs. Abdul Fatah, SE., MM, mewakili Rektor UNSERA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan singkat namun kuat yang menggugah semangat kompetisi mahasiswa
“Futsal selalu ada tragedi, tumbuhkan jiwa patriot, semangat nasional bukan emosional,” ujarnya.
Persaingan berjalan ketat, tiap tim menunjukkan kekompakan dan strategi terbaik mereka. Suporter pun dengan penuh antusias mengikuti jalannya pertandingan, memberikan dukungan kepada tim favorit mereka dan menikmati setiap momen kompetisi.
Salah satu suporter, Cindi Nur Febriani, mengungkapkan keseruannya menyaksikan laga yang berlangsung sengit. “Seru banget, pertandingan gokil, seru!,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, pertandingan e-football menghadirkan suasana yang kontras dengan futsal. Di dalam Gedung B, para peserta bermain secara individu, beradu strategi dan ketangkasan secara mandiri di depan layar. Suasana berlangsung tenang namun penuh konsentrasi, menciptakan ketegangan yang khas dari dunia e-sports.
Bagi sebagian peserta, kompetisi ini menjadi ajang untuk mengasah keterampilan dalam permainan sepak bola digital, yang menawarkan tantangan berbeda dibandingkan olahraga tim konvensional.
Salah satu peserta, Muhamad Sidiq Kumara, mengungkap ketertarikannya mengikuti kompetisi ini.
“Tertarik itu karena merupakan game bola kemudian berbeda dari yang lain karena lebih one to one dan tidak pada team, jadi lebih suka single player,” ungkapnya.
Dengan dua cabang yang berlangsung di hari yang sama, kompetisi ini menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di dunia olahraga fisik maupun digital.
(Nisa/LPMWisma)
Reporter: Nisa
Editor: Div. News – Berita
