HMTI UNSERA Berdayakan Masyarakat Desa Cinoyong melalui Program Pengabdian

Serang, LPMWisma.com – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Serang Raya (UNSERA) sukses menggelar program pengabdian masyarakat di Desa Cinoyong, Pandeglang, Banten. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan penuh, mulai tanggal 12 hingga 19 Agustus 2024, acara ini mengangkat tema “Bersama HMTI Unsera Mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Masyarakat Agar Terciptanya Industri Kreatif.”

Acara pembukaan yang berlangsung pada pukul 10.00 WIB dihadiri oleh perangkat desa setempat dan dibuka secara resmi oleh Bapak Sardani selaku Lurah Desa Cinoyong. Selain sambutan dari Bapak Sardani, ada sambutan lain dari Ketua pelaksana, Muhammad Ilyas Nugraha, dan perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan, Ghulam Mujaddid. Selama kegiatan pengabdian, HMTI UNSERA melaksanakan berbagai program, di antaranya sosialisasi UMKM, sosialisasi pendidikan, pemberian alat bantu pertanian, serta promosi potensi wisata lokal. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pembuatan alat pengolah cengkeh.

Berdasarkan hasil survei, Adit selaku Ketua Himpunan Mahasiswa (KAHIM) menemukan potensi besar pada sektor pertanian cengkeh di Desa Cinoyong.

“Untuk pengabdian kita sendiri di desa cinoyong awal plan kita itu pertama hasil survey, yang kita liat di sini terdapat banyak sekali pertanian cengkeh. Jadi kita di sini memanfaatkan potensi tersebut untuk kita upgrade gitu, setidaknya dari proses pengelolaan yang di lakukan oleh warga sekitar. Jadi kita di sini berinisiatif untuk membuatkan suatu alat yang insyaallah itu bisa meningkatkan efektifitas dari masyarakat itu sendiri mulai dari waktu dan tenaga,” jelas Adit.

Selain itu, HMTI UNSERA juga melakukan kegiatan sosialisasi di beberapa sekolah dasar dan Madrasah di Desa Cinoyong. Tujuannya adalah untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang pentingnya pendidikan dan menumbuhkan semangat nasionalisme.

“Selain pembuatan alat kita melakukan proses pengajaran di beberapa sekolah yang ada di Desa Cinoyong, seperti di SD 1 Cinoyong, SD 2 Cinoyong, dan Madrasah Ibtidaiyah, dari situ kita melakukan proses pengajaran supaya murid – murid yang ada di sekolah ini lebih terbuka lagi pandangannya, terkait tentang wawasan umum atau lebih ke nasionalismenya kita tingkatkan,” ujar Adit.

Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cinoyong, tetapi juga bagi mahasiswa HMTI Unsera sendiri.

“Sebenernya pengabdian ini dari dua sisi saling belajar, kita belajar mengenai budaya masyarakat yang ada di Desa Cinoyong, kemudian masyarakat sendiri belajar mengenai kejuruan yang kita ambil,” tambahnya.

Kahim Adit berharap program pengabdian ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cinoyong.

“Hasil dari yang pada kita usahakan pada hari ini semoga dapat berjalan dengan seterusnya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh HMTI UNSERA ini merupakan contoh nyata dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga melatih jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

(Zeit/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *