Pengibaran Bendera LMND di Mentoring P2strategik UNSERA Tuai Kecaman ORMAWA Internal

Serang, LPMWisma.con – Suasana Mentoring Pra-P2STRATEGIK Universitas Serang Raya (UNSERA) di Teater Coffe, berubah tegang setelah pengibaran bendera Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) oleh salah satu oknum. Insiden yang terjadi pada pukul 21.00 WIB tersebut menimbulkan kegaduhan, terutama dari kalangan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) internal kampus, yang menilai aksi itu melanggar aturan yang telah disepakati.

UNSERA diketahui memiliki kebijakan tegas terkait larangan penggunaan atribut organisasi eksternal dalam kegiatan kampus, termasuk acara Mentoring Pra-P2STRATEGIK, yang bertujuan untuk memperkenalkan organisasi mahasiswa internal kepada mahasiswa baru. Pengibaran bendera LMND ini pun memicu kekecewaan mendalam dari ORMAWA UNSERA.

Nedi, selaku perwakilan ORMAWA internal, mencerminkan kekecewaan mendalam dari kalangan Ormawa yang merasa bahwa aksi ini telah mengganggu tujuan utama acara Mentoring, yaitu untuk memperkenalkan unit kegiatan mahasiswa (UKM), himpunan mahasiswa jurusan (HMJ), serta organisasi internal fakultas di UNSERA.

“Saya sangat menyayangkan perihal Mentoring pada tahun ini, di mana yang katanya ingin memperkenalkan ORMAWA di internal, namun ada salah satu oknum dari eksternal yang mengibarkan bendera. Mungkin saya tidak tahu apa yang mereka bahas, tapi seenggaknya jangan ada bendera yang dibentangkan. Nah, karena kita tahu mentoring itu tujuannya untuk memperkenalkan ORMAWA yang ada di kampus. Salah satunya entah itu dari UKM, ataupun HMJ, maupun fakultas,” ungkap Nedi dalam wawancara langsung pada Senin (23/9/2024).

Ia menambahkan, “Yang saya sangat sayangkan pada P2S kali ini, ada salah satu oknum dari eksternal yang masuk untuk memperkenalkan, mungkin memperkenalkan dari eksternal tersebut, namun saya tidak membenarkan. Itu, karena saya juga tidak tahu apa yang mereka omongkan. Cuma yang jadi bahan kita sangat disayangkan itu ya adalah, mereka foto bersama menggunakan bendera ataupun atribut eksternal tersebut. Ya, mungkin kami selaku orang-orang internal sangat kecewa dengan adanya postingan tersebut, ya mungkin ini adalah salah satu langkah untuk memperkenalkan eksternal, bukan lagi internal,” tambahnya.

Acara ini sendiri dirancang untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru mengenai strategi akademik dan kegiatan kampus yang bersifat internal. Pengibaran bendera eksternal seperti LMND dipandang sebagai penyimpangan dari tujuan acara.

Ketua Pelaksana P2STRATEGIK, Akbar, menyatakan bahwa insiden ini terjadi tanpa sepengetahuan dirinya. “Gue harus nanyain dulu kelima mentor yang ada di situ tuh, ini pure kesalahan mentor atau gimana? Kalau emang pure ada kesalahan dari salah satu mentor, gue siap reshuffle orang itu dan digantikan dari UKM. Jam 12 siang ini (Selasa), 5 mentor itu kumpul kan,” pungkasnya.

Pihak panitia berjanji akan segera melakukan penyelidikan dan mempertimbangkan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran yang jelas. Insiden ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak terkait pentingnya mematuhi aturan kampus demi menjaga ketertiban dan keselarasan kegiatan internal UNSERA.

(Red/LPMWisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *