Serang, Wismanews.com – Tradisi berbagi rezeki saat Hari Raya Idul Fitri telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat di Indonesia. Momen Lebaran tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, tetapi juga sebagai waktu untuk mempererat silaturahmi dan saling berbagi kebahagiaan.
Salah satu bentuk tradisi tersebut adalah Tunjangan Hari Raya (THR) yang kini sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini mulai dikenal pada tahun 1950-an, ketika pemerintah memberikan tunjangan kepada pegawai negeri untuk membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya. Seiring waktu, kebijakan tersebut berkembang menjadi kebiasaan yang terus hidup dan meluas di berbagai lapisan masyarakat.
Kini, THR tidak hanya identik dengan lingkungan kerja, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi keluarga saat Lebaran. Pemberian THR dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak, kerabat yang lebih muda, hingga oleh perusahaan kepada karyawan. Tradisi ini umumnya berlangsung menjelang hingga saat Hari Raya Idul Fitri, bersamaan dengan momen silaturahmi.
Bagi anak-anak, THR menjadi salah satu hal yang paling ditunggu saat Lebaran. Amplop kecil berisi uang sering kali menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Namun, lebih dari sekadar uang, THR juga menjadi simbol perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan dalam keluarga.
Suasana Lebaran yang hangat membuat tradisi ini terasa semakin bermakna. Ketika keluarga berkumpul dan saling bermaafan, pemberian THR menjadi bagian dari cara sederhana untuk berbagi rezeki di hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan.
Seiring perkembangan zaman, cara pemberian THR juga mengalami perubahan. Tidak sedikit masyarakat yang kini memberikan THR secara digital melalui transfer bank atau dompet elektronik. Cara ini dinilai lebih praktis, terutama bagi mereka yang tidak dapat bertemu langsung saat Lebaran. Meski tanpa amplop fisik, makna THR tetap tidak berubah. Baik diberikan secara langsung maupun digital, tradisi ini tetap menjadi bentuk berbagi dan menjaga hubungan baik dengan keluarga maupun sesama.
Selain di lingkungan keluarga, THR juga memiliki peran penting di dunia kerja. Perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan sebagai bentuk penghargaan menjelang hari raya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di tengah perubahan zaman, tradisi THR terus beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Momentum Idul Fitri menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari seberapa besar yang diterima, melainkan dari keikhlasan dalam memberi dan mempererat hubungan antarsesama.
(Intan/LPMWisma)
Editor: Intan
