Serang, LPMWisma.com — Meskipun larangan membawa makanan dan minuman ke dalam kelas sudah diberlakukan di Universitas Serang Raya (UNSERA), sejumlah mahasiswa masih kerap melanggar aturan tersebut dengan meninggalkan sampah di ruang kelas. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Rifki Mulyadi, cleaning service sekaligus penjaga lantai 6 Gedung A UNSERA.
Menurut Rifki, berbagai fasilitas kebersihan telah disediakan oleh pihak kampus, namun kesadaran mahasiswa untuk menjaga kebersihan masih minim.
“Mahasiswa yang buang sampah sembarangan di kelas itu mungkin tidak mau membuang sampah pada tempatnya. Kita kan sudah menyediakan tempat sampah diluar dan kita sudah menyediakan segala macam fasilitas disini yang sudah disediakan. Jadi ya gitulah, yang namanya mahasiswa, maunya buang sampah sembarangan aja. Kecuali saya tidak menyediakan tempat sampah, baru mahasiswa itu bisa membuang sampah pada tempat yang lain” ujar Rifki saat diwawancarai pada (16/01/2025).
Rifki juga mengatakan, bahwa situasi di lantai 6 Gedung A saat ini sudah mulai membaik sejak para dosen memberikan teguran langsung kepada mahasiswa yang meninggalkan sampah di kelas.
“Alhamdulillah ya, kalau di kelas lantai saya sudah jarang sih yang buang sampah di kelas. Udah ada peraturan dan teguran dari dosen. Dulu iya sih, masih banyak orang yang sembarangan buang sampah di kelas, tapi alhamdulillah semenjak dosen menegur mahasiswa-mahasiswa itu, di lantai ini alhamdulillah sedikit yang membuang sampah di kelas.” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai solusi untuk meningkatkan kesadaran, Rifki menekankan pentingnya disiplin dan sikap tanggung jawab agar para mahasiswa dapat menaati peraturan yang ada.
“Harusnya mahasiswa tuh lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Kami sudah menyediakan tempat sampah di luar kelas dan memasang larangan di ruang kelas, tetapi sering diabaikan. Mohon solusinya buat mahasiswa, buanglah sampah pada tempatnya. Kita sediakan tempat sampah diluar, buanglah. Jangan sampai ada lagi yang buang sampah di kelas. Kita sebagai cleaning service memohon kepada mahasiswa untuk membuang sampah pada tempatnya aja. ” tutupnya.
Dengan adanya ini, memungkinan bagi pihak kampus untuk segera memberikan aturan ketat tentang pentingnya menjaga kebersihan sekitar, seperti membuat poster, pamflet, maupun banner atau solusi akhir yaitu memberikan sanksi bagi pelanggar. Sebagai cleaning service, Rifki berharap para mahasiswa dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan kampus yang bersih dan nyaman untuk kenyamanan semua pihak.
Reporter: Red
Editor: Red
